Kebahagiaan Hakiki

Oleh : Ust. Abu Yahya Purwanto, S.Si

(Ketua Dewan Penasihat DPC Wahdah Islamiyah Bandung)

Alhamdulillah, wasShalaatu wasSalaamu ‘alaa RasuulilLaahi amma ba’du :

Kebahagiaan hakiki diperoleh bila kita :
1. Menjalani hidup dengan taat pada Allah dan RasulNya (Al Qur’an dan As Sunnah)

Dan barangsiapa yang menta’ati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni’mat oleh Allah, yaitu: Nabi, para shiddiqqiin 314, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (QS. 4:69)
314. Ialah: orang-orang yang amat teguh kepercayaannya kepada kebenaran Rasul, dan inilah orang-orang yang dianugerahi ni’mat sebagaimana yang tsb. pada Al Faatihah ayat 1:7 Read More »

Hari itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengumpulkan semua penduduk Makkah di bukit Shafa. Beliau bersabda:

“…Wahai Bani Fihr, wahai bani Ady, wahai semua orang Quraisy. Apa pendapat kalian jika sekiranya kukabarkan bahwa di balik bukit ini ada sepasukan berkuda bersenjata lengkap mengepung, siap menyerbu Makkah dan melumatkannya?”

Maka sontak seluruh manusia yang berkumpul pada hari itu menjawab,

“Sungguh kami belum pernah mendengar ada kedustaan keluar dari lisanmu. Jika engkau berkata seperti itu maka kami akan mempercayainya. Engkau adalah Al Amin.” Read More »

Alhamdulillah, Majelis Ta’lim Nur Madinah binaan DPC Wahdah Islamiyah Bandung menggelar KAJIAN RUTIN PEKANAN setiap hari AHAD bertempat di Masjid AL HIKMAH TELKOM (jl. Muararajeun Baru belakang Gedung Telkom Jl.Supratman). Read More »

BANDUNG, Pada tanggal 23 februari 2010 telah terjadi musibah longsor di Kampung Datar Kiara Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasir Jambu, Ciwidey, Kabupaten Bandung. Berdasarkan info yang dilansir dari detik.com, hingga Rabu( 24 februari) pukul 21.00 WIB sudah 18 korban meninggal yang dievakuasi, dan satu korban selamat ditemukan. Sementara 24 orang yang diketahui identitasnya dan dilaporkan hilang, belum ditemukan.

Cinta terhadap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam merupakan salah satu syarat beriman kepadanya, bahkan kecintaan kepada beliau harus melebihi segala kecintaan pada makhluk lainnya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda, “Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian, sampai aku lebih dia cintai daripada anaknya, orangtuanya, dan manusia seluruhnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Ketika Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘anhu menggambarkan kecintaannya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam, dan  menempatkan posisi cintanya kepada beliau di bawah kecintaannya terhadap dirinya sendiri, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam menafikan kesempurnaan imannya hingga dia menjadikan cintanya kepada beliau di atas segala-galanya.
Setiap orang berhak untuk mengklaim dirinya sebagai pencinta Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam, namun klaim tersebut tidak akan bermanfaat jika tidak dibuktikan dengan ittiba’ (mengikuti Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam), taat dan berpegang teguh pada petunjuknya. Klaim cinta kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam tidak dapat diterima dengan sekadar memeringati hari kelahiran beliau. Read More »

Recent Comments
Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes

Switch to our mobile site