Sungguh kematian adalah guru yang baik, kematian memberikan banyak pelajaran, membingkai makna hidup, bahkan mengawasi alur kehidupan agar tak lari menyimpang … dan satu hal yang pasti adalah NAPAS INI AKAN BERHENTI, hanya soal waktu … iyah, hanya masalah waktu dan masalah dimana kita akan dijemput. Lalu masih belum Sadarkah kita ketika kematian ternyata begitu dekat???

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. (QS. 21:35)

Kita tahu dunia itu pinjaman… dunia itu tak berkekalan… dunia itu ujian. Semua orang tahu akan hakikat itu… semua juga tahu bahwa dunia ini akan disudahi dengan hari kiamat yang bakal membawa diri ke neraka ataupun syurga.. semua juga tahu tentang neraka… tentang medan penuh api dan kepanasan penuh azab… medan pembalasan untuk yang berdosa dan ingkar… kita juga tahu tentang dosa… tentang sesuatu yang ALLAH tidak suka… kita punya akal untuk berfikir… kita tahu akal ini dari siapa.. kita tahu jasad ini dari siapa… tapi tetap masih sering kali lupa dan ingkar nikmat…

”Cukuplah kematian itu sebagai Penasihat”.. penasihat untuk lebih sadar akan giliran yang pasti tiba… penasihat untuk setiap yang bernafas pasti akan terhenti nafasnya itu nanti suatu hari.. juga penasihat untuk lebih tahu yang berkuasa itu hanyalah ALLAH. Penasihat untuk tahu penghancur kelezatan dunia. Penasihat untuk mengerti pemisah diri dengan segala harta benda, sanak saudara, keluarga, dan ”Cukuplah kematian itu sebagai Penasihat”.

Ketika mata, hati, telinga, jasad dan semua anggota tubuh tidak lagi berfungsi. Ketika muka bumi sudah tidak bersedia untuk ditempat tinggali. Ketika muka bumi sudah menelannya, menghimpit, menjepit dalam liang lahadnya. Saait itu kesadaran datang… ingat siapa Allah… mengakui dan memohon… Ya Allah… kembalikan aku ke dunia lagi… akau akan bersedekah… aku akan beramal sholeh.

Itu kesadaran yan gsebenarnya. Kesadaran yang sesungguhnya. Kesadaran yang sudah tidak berguna lagi. ”Cukuplah kematian itu sebagai Penasihat”.

“Kafaa bil mauti waa ‘izhan”

# Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, (QS. 67:1)
# Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (QS. 67:2)

–ust. Abu Yahya–

Related posts:

  1. KARENA SETIAP ORANG MENYIMPAN SETITIK KEBAIKAN DALAM JIWANYA
  2. Agar Kita Menuai Generasi Mujahid
  3. You are never alone
  4. Prinsip Belajar Islam
  5. Keutamaan Puasa Enam Hari Syawal

This website uses IntenseDebate comments, but they are not currently loaded because either your browser doesn't support JavaScript, or they didn't load fast enough.

One Response to “Cukuplah Kematian sebagai Penasihat Bagimu…”

  • kita tahu bahwa kmatian itu akan datang , tapi terkadang kita tak mnydari bhwa kematian itu bisa datang kapan saja, lalu kita bermaksiat kepada Alloh….. ketahuilah …. bahwa Alloh bisa mencabut nyawa kita kapan saja…. maka beruntunglah orang yg ahir hayatnya dalam keadaan baik (husnul khotimah). " cukuplah kmatian itu sebagai penasihat."

Leave a Reply


Archives
Recent Comments
Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes

Switch to our mobile site