Author Archive

BANDUNG, Setelah sukses menggelar Dauroh Al-Qur’an bersama komunitas Tahajjud Call Wilayah Bandung Tengah, 10 Januari silam, kali ini Departemen Dakwah Wahdah Islamiyah Bandung kembali mengadakan Dauroh Al-Qur’an bekerjasama dengan Komunitas Tahajjud Call Wilayah Bandung Utara.

Acara yang diadakan ahad, 7 Februari 2010 itu bertempat di Mesjid Abdullah Umi Maktum Yayasan Wyata Guna Jl. Pajajaran Bandung, dengan menghadirkan pemateri Ust. Abu Yahya Purwanto (Ketua Dewan Penasehat DPC Wahdah Islamiyah Bandung) dan Ust. Wawan Kurniawan (Ketua DPC Wahdah Islamiyah Bandung).
Materi yang disampaikan merupakan pembahasan buku “Mafaatih tadabburil Qur’an” yang memuat kunci-kunci tadabbur Al-Qur’an serta kiat-kiatnya.

Penanggung jawab acara, Ust. Rahmat Sutiman, mengatakan acara semacam ini akan diperbanyak untuk memperkuat silaturahmi dengan sesama lembaga dakwah, selain dapat menjadi pintu masuk tarbiyah. Dauroh Al-Qur’an diselenggarakan oleh komunitas Tahajjud Call sebagai panitia penyelenggara, sedangkan Wahdah Islamiyah Bandung sebagai narasumber.

Agar Kita Menuai Generasi Mujahid
Oleh: Ust. Ir. Muhammad Qasim Saguni
(Sekjen DPP Wahdah Islamiyah)

Tidak sedikit anggota yang berada dalam sebuah lembaga dakwah keberadaanya tidak menambah dan tidak mengurangi. Ini barangkali ungkapan halus dari keberadaan anggota yang hanya sebatas catatan administrasi belaka bahkan tidak jarang hanya ‘membebani’ lembaga.

Salah satu kualifikasi yang diinginkan dari kader tarbiyah adalah lahirnya kader yang muta’awin. Apa yang kita maksud dengan kader muta’awin? Kader muta’awin yaitu kader yang siap terlibat dalam kerja-kerja dakwah.

Persoalan ini mendesak selalu ditekankan karena tidak sedikit dari kader-kader dakwah yang namanya hanya tertulis sebagai anggota atau merasa cukup dengan berafiliasi dengan sebuah lembaga dakwah tanpa mau terlibat lebih jauh atau bahkan berkonstribusi dalam kerja dakwah perjuangan. Ini masalah besar bagi harakah dakwah. Jika ini terjadi jelas indikasi tidak tercapainya secara maksimal tujuan-tujuan pengkaderan.

Karena itu murabbi sangat berperan dalam mendongkrak seorang kader yang ‘biasa-biasa saja’ menjadi kader yang ‘luar biasa’. Pembaca budiman, rubrik tarbawiyat edisi kali ini mencoba mengangkat masalah ini sekaligus memberikan kiat-kiatnya. Selamat mengikuti.

1. Menyadari Pentingnya Amal Jama’i

Read the rest of this entry »

Ma’had ‘Aly Al Wahda (STIBA)

Menerima Mahasiswa Baru Semester Genap T.A. 1430-1431H/2009-2010M

PROGRAM PERSIAPAN BAHASA ARAB (SETARA D-2)

Keunggulan dan Fasilitas Belajar

  • Tersedia kelas khusus Al-Madinah International University (MEDIU).
  • Bahasa Arab sebagai bahasa pengantar utama perkuliahan.
  • Dosen-dosen alumnus beberapa universitas di Timur Tengah.
  • Beasiswa bagi mahasiswa berprestasi.
  • Peluang lanjut studi ke Timur Tengah.
  • Laboratorium komputer dengan akses internet gratis (bagi mahasiswa yang merangkap kuliah di MEDIU)
  • Asrama tanpa iuran bulanan. (Asrama putri terpisah dari kampus)

Read the rest of this entry »

Depok – Prof Dr Ing BJ Habibie sangat menghormati dan mengagumi dua perempuan. Penganugerahan gelar doktor honoris causa (Dr HC) dari UI untuk Habibie juga tak terlepas dari peran dua perempuan itu, yaitu ibunda dan istri tercinta.

“Di balik seorang tokoh, selalu tersembunyi peran dua perempuan, yaitu ibu dan istri,” kata Habibie saat mengakhiri sambutan atas penganugerahan gelar Dr HC itu di Balairung, Kampus UI, Depok, Sabtu (30/1/2010). Tepuk tangan membahana saat Habibie menyatakan kalimat yang bermakna sangat dalam itu.

Habibie menerima Dr HC ini ayahanda dan ibudanya. “Secara pribadi, saya menerima pengharaan ini atas nama ayah saya almarhum Alwi Abdul Djalil Habibie dan almarhumah ibu saya RA. Tuti Marini Puspowardojo yang telah membekali proses pembudayaan sejak kecil dan menanamkan nilai-nilai kejuangan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi,” kata Habibie. Read the rest of this entry »

Jakarta – Ada tiga faktor penting yang diperlukan Indonesia untuk membentuk sumberdaya manusia (SDM) berkualitas. Menurut Prof Dr Ing BJ Habibie, tiga hal itu adalah pendidikan, kesinambungan riset dan teknologi, dan penyediaan lapangan pekerjaan.

Tiga faktor penting ini disampaikan BJ Habibie saat berpidato seusai penganugerahan gelar doktor kehormatan (doctor honoris causa) dari Universitas Indonesia (UI) dalam bidang filsafat teknologi di Balairung, Kampus UI, Depok, Sabtu (30/1/2010).

Pidato Habibie diawali dengan kekaguman Habibie terhadap UI yang memberikan Dr HC bidang filsafat kepada teknolog semacam dirinya. Habibie pun menyinggung tentang pemikiran filsafat yang kemudian menghasilkan manusia sebagai makhluk yang berbudaya dan berpikir dalam segala aspek kehidupan, baik politik, sosial, keamanan, lingkungan, dan kebudayaan. “Bersatunya filsafat dan teknologi bisa berakibat positif, bisa juga negatif,” kata dia. Teknologi, kata dia, dihasilkan dari hasil riset yang terus menerus. Read the rest of this entry »


Archives
Recent Comments
Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes

Switch to our mobile site