Archive for the ‘Artikel’ Category
Sering di usia produktif, dorongan kuat untuk beramal saleh berbanding lurus dengan dorongan melanggar.
SEMUA manusia di dunia ini secara fisik tunduk kepada fenomena penciptaan-Nya. Ia akan meniti fase shobi (bayi), thifl (balita), murahiq (pemuda), kuhulah (dewasa), dan syaikh (tua). Makhluk-makhluk-Nya itu selalu bertasbih kepada Allah Swt dengan bahasanya sendiri. Tetapi, usia paling menentukan arah kehidupan seseorang adalah fase murahaqa (puber) dan kuhulah (produktif) antara usia 15-35 tahun.
Read the rest of this entry »
Kebahagiaan Hakiki
Oleh : Ust. Abu Yahya Purwanto, S.Si
(Ketua Dewan Penasihat DPC Wahdah Islamiyah Bandung)
Alhamdulillah, wasShalaatu wasSalaamu ‘alaa RasuulilLaahi amma ba’du :
Kebahagiaan hakiki diperoleh bila kita :
1. Menjalani hidup dengan taat pada Allah dan RasulNya (Al Qur’an dan As Sunnah)
Dan barangsiapa yang menta’ati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni’mat oleh Allah, yaitu: Nabi, para shiddiqqiin 314, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (QS. 4:69)
314. Ialah: orang-orang yang amat teguh kepercayaannya kepada kebenaran Rasul, dan inilah orang-orang yang dianugerahi ni’mat sebagaimana yang tsb. pada Al Faatihah ayat 1:7 Read the rest of this entry »
Hari itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengumpulkan semua penduduk Makkah di bukit Shafa. Beliau bersabda:
“…Wahai Bani Fihr, wahai bani Ady, wahai semua orang Quraisy. Apa pendapat kalian jika sekiranya kukabarkan bahwa di balik bukit ini ada sepasukan berkuda bersenjata lengkap mengepung, siap menyerbu Makkah dan melumatkannya?”
Maka sontak seluruh manusia yang berkumpul pada hari itu menjawab,
“Sungguh kami belum pernah mendengar ada kedustaan keluar dari lisanmu. Jika engkau berkata seperti itu maka kami akan mempercayainya. Engkau adalah Al Amin.” Read the rest of this entry »
Cinta terhadap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam merupakan salah satu syarat beriman kepadanya, bahkan kecintaan kepada beliau harus melebihi segala kecintaan pada makhluk lainnya.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda, “Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian, sampai aku lebih dia cintai daripada anaknya, orangtuanya, dan manusia seluruhnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Ketika Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘anhu menggambarkan kecintaannya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam, dan menempatkan posisi cintanya kepada beliau di bawah kecintaannya terhadap dirinya sendiri, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam menafikan kesempurnaan imannya hingga dia menjadikan cintanya kepada beliau di atas segala-galanya.
Setiap orang berhak untuk mengklaim dirinya sebagai pencinta Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam, namun klaim tersebut tidak akan bermanfaat jika tidak dibuktikan dengan ittiba’ (mengikuti Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam), taat dan berpegang teguh pada petunjuknya. Klaim cinta kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam tidak dapat diterima dengan sekadar memeringati hari kelahiran beliau. Read the rest of this entry »
Oleh : Ust. Muhammad Ihsan Zainuddin
Tidak semua manusia dipilih oleh Allah untuk kembali ke jalan yang lurus dan mengenal manhaj yang benar. Maka saat Allah menuntun hidup kita untuk berjalan, berbuat, bekerja, berpikir, dan berbicara sesuai dengan manhaj salaf yang shalih; itu berarti ada nikmat yang tak terkira besarnya yang harus kita syukuri. Yah, karena –sadar atau tidak- sebenarnya kita telah menjadi pilihan-pilihan Allah di bumi. Di saat banyak saudara-saudari muslim kita yang sadar untuk memperjuangkan Islam dengan manhaj apa saja, kita disadarkan oleh Allah bahwa “Generasi akhir ummat ini tidak akan menjadi generasi yang shaleh dan jaya kecuali dengan jalan yang ditempuh oleh generasi awalnya” (La yashluhu akhiru hadzihil ummah illa bima shaluha bihi awwaluha). Read the rest of this entry »




