<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Wahdah Islamiyah Bandung &#187; Muslimah</title>
	<atom:link href="http://wahdahbandung.org/category/muslimah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wahdahbandung.org</link>
	<description>Ilmu Amal Dawah dan Tarbiyah</description>
	<lastBuildDate>Tue, 08 Jun 2010 04:05:25 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Seminar Muslimah &#8220;Muslimah di Ambang Pernikahan&#8221;</title>
		<link>http://wahdahbandung.org/muslimah/seminar-muslimah-muslimah-di-ambang-pernikahan.html</link>
		<comments>http://wahdahbandung.org/muslimah/seminar-muslimah-muslimah-di-ambang-pernikahan.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Mar 2010 05:16:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lembaga Muslimah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Muslimah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wahdahbandung.org/?p=244</guid>
		<description><![CDATA[
Bismillah..
BANDUNG. Unit Dakwah Lembaga Muslimah DPC Wahdah Islamiyah Bandung, InsyaAllah akan menyelenggarakan Seminar Muslimah dengan tema &#8220;Muslimah di Ambang Pernikahan&#8221; pada hari Jumat, 17 Rabiul Akhir 1431 H / 2 April 2010. Bertempat di GSG Salman lantai 2, ITB Bandung.

Acara ini InsyaAllah akan dimulai pukul 08.00 WIB, yang akan menghadirkan dr.Delle Heliani Amali,Sp.O.G (Dokter Spesialis [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://wahdahbandung.org/muslimah/coaching-materi-tarifiyah.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Coaching Materi Ta&#8217;rifiyah'>Coaching Materi Ta&#8217;rifiyah</a></li>
<li><a href='http://wahdahbandung.org/kegiatan/kajian-siroh-nabawiyah.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kajian &#8220;SIROH NABAWIYAH&#8221;'>Kajian &#8220;SIROH NABAWIYAH&#8221;</a></li>
<li><a href='http://wahdahbandung.org/kegiatan/majelis-taklim-nur-madinah-gelar-pengajian-ahir-pekan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Majelis Taklim Nur Madinah Gelar Pengajian Ahir Pekan'>Majelis Taklim Nur Madinah Gelar Pengajian Ahir Pekan</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><a href="http://3.bp.blogspot.com/_cPZ3JuU6GI4/S6hGdrWyTUI/AAAAAAAAAC8/ZmBGxu798-k/s1600-h/pamplet.jpg"><img src="http://3.bp.blogspot.com/_cPZ3JuU6GI4/S6hGdrWyTUI/AAAAAAAAAC8/ZmBGxu798-k/s640/pamplet.jpg" border="0" alt="" width="458" height="640" /></a></div>
<p>Bismillah..<br />
<strong>BANDUNG</strong>. Unit Dakwah Lembaga Muslimah DPC Wahdah Islamiyah Bandung, InsyaAllah akan menyelenggarakan Seminar Muslimah dengan tema &#8220;Muslimah di Ambang Pernikahan&#8221; pada hari Jumat, 17 Rabiul Akhir 1431 H / 2 April 2010. Bertempat di GSG Salman lantai 2, ITB Bandung.<br />
<span id="more-244"></span><br />
Acara ini InsyaAllah akan dimulai pukul 08.00 WIB, yang akan menghadirkan dr.Delle Heliani Amali,Sp.O.G (Dokter Spesialis kandungan Rumah Sakit Al Islam Bandung) sebagai pembicara yang akan membahas tentang proses reproduksi dan kesehatan reproduksi wanita. Serta ustadzah Sulvina Saleh, S.S (Ummu Husein) sebagai pengurus Lembaga Sakinah Wahdah Islamiyah Bandung, yang akan membahas tentang proses pranikah &amp; hak-kewajiban suami-istri.</p>
<p>Acara ini bertujuan memberikan bekal ilmu yang dibutuhkan bagi para muslimah yang belum, akan dan telah menikah. Karena selain memberikan ilmu kesehatan reproduksi dan pernikahan, dalam acara ini para muslimah juga akan memperoleh bekal keterampilan dengan mengikuti demo masak.</p>
<p>Selain itu, acara ini akan turut disemarakkan dengan peragaan busana pengantin muslimah. Panitia juga menyiapkan suvenir menarik bagi 100 peserta pertama dan  tersedia doorprize menarik dari sponsor bagi para peserta. Jadi, buruan daftar!!!<br />
Kontak Panitia : 081355330010, 085656085777, 022 76295142</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="1%" valign="top"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<div align="left" style="float:left;padding:5px 5px 0px 0px;"><a name="fb_share" type="button_count" share_url="http://wahdahbandung.org/muslimah/seminar-muslimah-muslimah-di-ambang-pernikahan.html"></a></div>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://wahdahbandung.org/muslimah/coaching-materi-tarifiyah.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Coaching Materi Ta&#8217;rifiyah'>Coaching Materi Ta&#8217;rifiyah</a></li>
<li><a href='http://wahdahbandung.org/kegiatan/kajian-siroh-nabawiyah.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kajian &#8220;SIROH NABAWIYAH&#8221;'>Kajian &#8220;SIROH NABAWIYAH&#8221;</a></li>
<li><a href='http://wahdahbandung.org/kegiatan/majelis-taklim-nur-madinah-gelar-pengajian-ahir-pekan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Majelis Taklim Nur Madinah Gelar Pengajian Ahir Pekan'>Majelis Taklim Nur Madinah Gelar Pengajian Ahir Pekan</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wahdahbandung.org/muslimah/seminar-muslimah-muslimah-di-ambang-pernikahan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Coaching Materi Ta&#8217;rifiyah</title>
		<link>http://wahdahbandung.org/muslimah/coaching-materi-tarifiyah.html</link>
		<comments>http://wahdahbandung.org/muslimah/coaching-materi-tarifiyah.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2010 10:38:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lembaga Muslimah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhbar]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Muslimah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wahdahbandung.org/?p=201</guid>
		<description><![CDATA[Bandung, Alhamdulillah Unit Kaderisasi Lembaga Muslimah DPC Wahdah Islamiyah Bandung telah melaksanakan Coaching Materi Marhala Ta’rifiyah pada 13-14 Februari 2010. Yang diikuti oleh peserta dari Lembaga Muslimah DPC Wahdah Islamiyah Bandung dan Cianjur sebagai daerah binaan.
Acara ini diisi oleh beberapa ustadz diantaranya ustadz Wawan Kurniawan dan ustadz Iip Syarifuddin serta beberapa ustadzah.
Acara ini bertujuan untuk [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://wahdahbandung.org/muslimah/seminar-muslimah-muslimah-di-ambang-pernikahan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Seminar Muslimah &#8220;Muslimah di Ambang Pernikahan&#8221;'>Seminar Muslimah &#8220;Muslimah di Ambang Pernikahan&#8221;</a></li>
<li><a href='http://wahdahbandung.org/kegiatan/majelis-taklim-nur-madinah-gelar-pengajian-ahir-pekan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Majelis Taklim Nur Madinah Gelar Pengajian Ahir Pekan'>Majelis Taklim Nur Madinah Gelar Pengajian Ahir Pekan</a></li>
<li><a href='http://wahdahbandung.org/muslimah/habibie-di-balik-tokoh-selalu-tersembunyi-peran-2-perempuan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Habibie: Di Balik Tokoh, Selalu Tersembunyi Peran 2 Perempuan'>Habibie: Di Balik Tokoh, Selalu Tersembunyi Peran 2 Perempuan</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bandung,</strong> Alhamdulillah Unit Kaderisasi Lembaga Muslimah DPC Wahdah Islamiyah Bandung telah melaksanakan Coaching Materi Marhala Ta’rifiyah pada 13-14 Februari 2010. Yang diikuti oleh peserta dari Lembaga Muslimah DPC Wahdah Islamiyah Bandung dan Cianjur sebagai daerah binaan.</p>
<p>Acara ini diisi oleh beberapa ustadz diantaranya ustadz Wawan Kurniawan dan ustadz Iip Syarifuddin serta beberapa ustadzah.</p>
<p>Acara ini bertujuan untuk membentuk tim spesialisasi pemateri daurah yang akan segera diterjunkan pada daurah di beberapa kampus di Bandung, mulai bulan maret 2010. Selain itu juga dalam rangka menyukseskan program SKS, yang nantinya diharapkan dari hasil coaching materi ini akan menghasilkan halaqah-halaqah tarbiyah dengan jumlah yang semakin meningkat.</p>
<div align="left" style="float:left;padding:5px 5px 0px 0px;"><a name="fb_share" type="button_count" share_url="http://wahdahbandung.org/muslimah/coaching-materi-tarifiyah.html"></a></div>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://wahdahbandung.org/muslimah/seminar-muslimah-muslimah-di-ambang-pernikahan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Seminar Muslimah &#8220;Muslimah di Ambang Pernikahan&#8221;'>Seminar Muslimah &#8220;Muslimah di Ambang Pernikahan&#8221;</a></li>
<li><a href='http://wahdahbandung.org/kegiatan/majelis-taklim-nur-madinah-gelar-pengajian-ahir-pekan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Majelis Taklim Nur Madinah Gelar Pengajian Ahir Pekan'>Majelis Taklim Nur Madinah Gelar Pengajian Ahir Pekan</a></li>
<li><a href='http://wahdahbandung.org/muslimah/habibie-di-balik-tokoh-selalu-tersembunyi-peran-2-perempuan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Habibie: Di Balik Tokoh, Selalu Tersembunyi Peran 2 Perempuan'>Habibie: Di Balik Tokoh, Selalu Tersembunyi Peran 2 Perempuan</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wahdahbandung.org/muslimah/coaching-materi-tarifiyah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nasihat Bagi Muslimah! Cara Memanfaatkan Waktu</title>
		<link>http://wahdahbandung.org/muslimah/nasihat-bagi-muslimah-cara-memanfaatkan-waktu.html</link>
		<comments>http://wahdahbandung.org/muslimah/nasihat-bagi-muslimah-cara-memanfaatkan-waktu.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Feb 2010 02:37:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lembaga Muslimah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Muslimah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wahdahbandung.org/?p=181</guid>
		<description><![CDATA[Bila waktu tidak digunakan dengan baik maka akan terbuang untuk perkara yang sia-sia. Semua orang merasakan hal itu. Maka jika seseorang tidak mengisi waktunya dengan kebaikan, ia akan menghabiskan waktunya untuk kejelekan. Orang yang tidak mengambil faedah dari waktu mereka, menyia-nyiakannya untuk perkara yang merugikan, maka waktunya itu akan menjadi padang rumput bagi syetan-syetan yang [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://wahdahbandung.org/muslimah/wanita-keluar-rumah-antara-maslahat-dan-mudharat.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Wanita Keluar Rumah, Antara Maslahat dan Mudharat'>Wanita Keluar Rumah, Antara Maslahat dan Mudharat</a></li>
<li><a href='http://wahdahbandung.org/muslimah/jilbab-wanita-muslimah.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: JILBAB WANITA MUSLIMAH'>JILBAB WANITA MUSLIMAH</a></li>
<li><a href='http://wahdahbandung.org/muslimah/5-bekal-istri-aktivis-dawah.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: 5 Bekal Istri Aktivis Da&#8217;wah'>5 Bekal Istri Aktivis Da&#8217;wah</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bila waktu tidak digunakan dengan baik maka akan terbuang untuk perkara yang sia-sia. Semua orang merasakan hal itu. Maka jika seseorang tidak mengisi waktunya dengan kebaikan, ia akan menghabiskan waktunya untuk kejelekan. Orang yang tidak mengambil faedah dari waktu mereka, menyia-nyiakannya untuk perkara yang merugikan, maka waktunya itu akan menjadi padang rumput bagi syetan-syetan yang senantiasa membolak-balikkannya dalam kesesatan. Na&#8217;udzubillah.</p>
<p>Orang-orang yang sadar akan cepatnya waktu berlalu, mereka adalah orang-orang yang mendapatkan taufik dari Allah sehingga waktu mereka benar-benar bermanfaat. Dari Abdullah Ibnu Mas&#8217;ud RA bahwasanya dia berkata: <em>&#8220;Tidaklah aku menyesali sesuatu, seperti penyesalanku atas suatu hari yang berlalu dengan terbenamnya matahari, semakin berkurang umurku tetapi tidak bertambah amalanku.&#8221;</em></p>
<p>Maka perlu Anda ketahui beberapa hal wahai ukhti muslimah tentang bagaimana memanfaatkan waktumu:  <span id="more-181"></span></p>
<p><strong>1. Membaca bacaan yang bermanfaat</strong></p>
<p>Wahai ukhti muslimah, hendaklah engkau memperbanyak membaca Al-Qur&#8217;anul Karim dan menghafal serta mendengarkannya. Rasul Shalallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda: <em>&#8220;Orang yang membaca Al-Qur&#8217;an sedang dia terbata-bata dalam membacanya serta kesulitan dalam membacanya maka dia mendapatkan dua pahala, sedangkan orang yang membaca dengan mahir maka dia bersama para penulis kitab (malaikat) yang mulia lagi berbakti.&#8221;</em> (HR. Al-Bukhari dan Muslim).</p>
<p><strong>2. Berdzikir kepada Allah</strong></p>
<p>Ini adalah amalan yang mudah, setiap orang mampu melakukannya, baik orang kaya maupun miskin, orang yang berilmu maupun jahil, orang merdeka atau budak, laki-laki maupun wanita, besar ataupun kecil.</p>
<p>Wahai ukhti muslimah, hendaknya engkau berdzikir kepada Allah dalam setiap keadaan, dan jadikanlah berdzikir sebagai amalan yang mengisi hari-harimu, lebih-lebih lagi hal itu merupakan amalan yang amat mudah engkau lakukan.</p>
<p>Rasulullah Shalallahu &#8216;alaihi wa sallam telah mengabarkan perbedaan antara orang yang berdzikir kepada Allah dengan orang yang tidak berdzikir, seperti perbedaan antara orang yang hidup dan orang yang mati. Sabda Rasul Shalallahu &#8216;alaihi wa sallam :<br />
<em>&#8220;Barangsiapa yang bangun di malam hari kemudian mengucapkan:<br />
Laa ilaha illallahu wah dahu laa syarikalahu lahul mulku walahul hamdu biyadihil khair yuhyii wayumiitu wahuwa &#8216;ala kulli syaiin qadiir. SubhaanAllahi Walhamdulillaahi walaa ilaha illallahu waAllaahu akbar walaa haula wala quwwata illaa billaahi.<br />
kemudian dia berdo&#8217;a : Allaahummagfirli.<br />
(Ya Allah ampunilah aku) niscaya akan diterima do&#8217; anya. Dan jika dia berwudhu (untuk shalat) niscaya diterima shalatnya&#8221;.</em> (HR. Al-Bukhari).</p>
<p><strong>3. Mendidik anak-anak</strong></p>
<p>Wahai ukhti muslimah, mendidik anak-anak merupakan tanggung jawab yang agung, tugas itu merupakan tanggung jawab yang besar bagimu. Karena laki-laki lebih banyak kesibukannya daripada wanita dan lebih sedikit tinggal di rumah. Adapun seorang ibu lebih dekat kepada anak-anaknya dan lebih banyak di rumah.</p>
<p><strong>4. Memerintahkan kepada yang ma&#8217;ruf dan melarang dari yang mungkar</strong></p>
<p>Dari Abu Said Al-Khudri RA dia berkata:<br />
<em>&#8220;Aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda, &#8216;Barang-siapa di antara kalian melihat kemungkaran hendaklah dia mengubah dengan tangannya, jika tidak mampu maka ubahlah dengan lisan (nasihat). Dan jika tidak mampu maka hendaklah meng-ubahnya dengan hati (tidak senang dengan kemungkaran itu) dan itulah selemah-lemah iman&#8217;.&#8221;</em> (HR. Muslim).</p>
<p>Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan wanita muslimah dalam menjaga waktunya:</p>
<p><strong>1. Hendaklah dia senantiasa merasa diawasi Allah Ta&#8217;ala dan takut kepadaNya.</strong></p>
<p>Seorang wanita muslimah yang merasa diawasi oleh Allah SWT, takut kepadaNya dan merasa takut akan hukumanNya serta mengharapkan pengampunanNya tidak mungkin menyia-nyiakan waktunya tanpa faedah, bahkan dia lebih semangat untuk mengoreksi dirinya setiap saat.</p>
<p><strong>2. Wanita muslimah hendaklah mengetahui waktu dan tempat yang mempunyai keutamaan.</strong></p>
<p>Wanita muslimah perlu mengambil faedah, dengan mengetahui waktu-waktu dan tempat-tempat yang mempunyai keutamaan. Misalnya, kapan dilipatganda-kannya pahala setiap amalan. Di antaranya adalah sepertiga akhir malam. Ia merupakan waktu yang utama dan waktu dikabulkannya do&#8217;a.</p>
<p><strong>3. Wanita muslimah hendaknya mengetahui kewajiban-kewajibannya.</strong></p>
<p>Di antaranya kewajiban kepada Rabb-nya, kewajiban kepada orang tuanya, kewajiban kepada suaminya, kewajiban terhadap anaknya, kewajiban terhadap kaum kerabatnya, kewajiban terhadap tetangga, kewajiban terhadap saudara dan temannya, dan kewajiban terhadap masyarakatnya.<br />
Wanita muslimah harus mendirikan shalat lima waktu tepat pada waktunya. Tidak melalaikan waktu-waktu shalat tersebut karena disibukkan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga, atau tugas sebagai ibu dan istri. Sebab shalat merupakan tiang agama, siapa yang menegakkannya berarti dia menegakkan agama, dan siapa yang meninggalkan-nya berarti dia telah merobohkan agama. Shalat merupakan amal yang paling utama.</p>
<p>Diriwayatkan Abdullah bin Mas&#8217;ud RA dia berkata: <em>&#8220;Aku bertanya kepada Rasulullah SAW apakah amal yang paling utama?&#8221; Beliau menjawab, &#8220;Shalat tepat pada waktunya.&#8221; Aku bertanya, kemudian apa lagi? Beliau menjawab, &#8221; Berbakti kepada orang tua.&#8221; Aku bertanya, kemudian apa lagi? Beliau menjawab, &#8220;Jihad di jalan Allah.&#8221;</em> (Muttafaq Alaih).</p>
<p>Wanita muslimah yang taat tidak merasa cukup hanya melaksanakan shalat wajib lima waktu, tetapi juga melaksanakan shalat-shalat sunnah rawatib dan nawafil (sunnah secara mutlak), sesuai dengan kesempatan dan kesanggupannya, seperti shalat dhuha dan shalat tahajud. Sebab shalat-shalat sunah ini dapat mendekatkan hamba kepada Rabb -nya, mendatangkan kecintaan Allah dan ridhaNya, menjadikannya termasuk orang-orang yang shalih, taat dan beruntung.</p>
<p>Sabda Rasulullah SAW dalam sebuah hadist qudsy Allah berfirman: <em>&#8220;Hambaku senantiasa mendekatkan diri kepadaKu dengan melaksanakan shalat-shalat nafilah hingga Aku mencintainya. Jika Aku sudah mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya, dengannya dia mendengar, Aku menjadi penglihatannya, dengannya dia melihat, Aku menjadi tangannya, dengannya dia bertindak, Aku menjadi kakinya, dengannya dia berjalan. Jika dia memohon kepadaKu maka Aku benar-benar akan memberinya dan Jika dia meminta perlindungan kepadaKu maka Aku benar-benar akan melindunginya&#8221;.</em> (HR.Al-Bukhari).</p>
<p>Dan hal-hal lain yang merupakan kewajiban seorang wanita muslimah, dan jangan lupa memohon taufik kepada Allah untuk merealisasikan semua itu!</p>
<p><strong>4. Hendaklah seorang wanita muslimah memilih majlis yang baik.</strong></p>
<p>Seorang manusia sesuai tabiatnya tidak mungkin hidup sendiri bahkan dia harus mempunyai teman duduk, dan yang paling ideal adalah teman duduk yang mempunyai akhlak yang mulia. Sebagaimana sabda Nabi Shalallau &#8216;alahi wa sallam :<br />
<em>&#8220;Sesungguhnya perumpamaan teman yang baik dengan teman yang buruk adalah seperti pembawa minyak wangi dengan seorang pandai besi&#8221;.</em> (HR. Al-Bukhari dan Muslim).</p>
<p>Mudah-mudahan Allah Taala memberi kekuatan kepada kita agar senantiasa dapat menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya. Amin</p>
<p><em>Maraji: Kaifa Taqdhi Al-Maratul Muslimah Waqtaha: Sulaiman Ibnu Muhammad, Risalah Ila Kulli Muslim: Abdullah Ibnu Jarullah Ibrahim Al-Jarullah, Syakhshiyah Al-Mar&#8217;ah Al-Muslimah: Dr. Muhammad Ali Al-Hasyimy dan Hadits Arba&#8217;in An-Nawawi.</em><br />
<strong>(Ummu Abdillah)</strong></p>
<div align="left" style="float:left;padding:5px 5px 0px 0px;"><a name="fb_share" type="button_count" share_url="http://wahdahbandung.org/muslimah/nasihat-bagi-muslimah-cara-memanfaatkan-waktu.html"></a></div>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://wahdahbandung.org/muslimah/wanita-keluar-rumah-antara-maslahat-dan-mudharat.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Wanita Keluar Rumah, Antara Maslahat dan Mudharat'>Wanita Keluar Rumah, Antara Maslahat dan Mudharat</a></li>
<li><a href='http://wahdahbandung.org/muslimah/jilbab-wanita-muslimah.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: JILBAB WANITA MUSLIMAH'>JILBAB WANITA MUSLIMAH</a></li>
<li><a href='http://wahdahbandung.org/muslimah/5-bekal-istri-aktivis-dawah.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: 5 Bekal Istri Aktivis Da&#8217;wah'>5 Bekal Istri Aktivis Da&#8217;wah</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wahdahbandung.org/muslimah/nasihat-bagi-muslimah-cara-memanfaatkan-waktu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Habibie: Di Balik Tokoh, Selalu Tersembunyi Peran 2 Perempuan</title>
		<link>http://wahdahbandung.org/muslimah/habibie-di-balik-tokoh-selalu-tersembunyi-peran-2-perempuan.html</link>
		<comments>http://wahdahbandung.org/muslimah/habibie-di-balik-tokoh-selalu-tersembunyi-peran-2-perempuan.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Jan 2010 14:32:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bpknyaAhmad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhbar]]></category>
		<category><![CDATA[Muslimah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wahdahbandung.org/?p=169</guid>
		<description><![CDATA[Depok &#8211; Prof Dr Ing BJ Habibie sangat menghormati dan mengagumi dua perempuan. Penganugerahan gelar doktor honoris causa (Dr HC) dari UI untuk Habibie juga tak terlepas dari peran dua perempuan itu, yaitu ibunda dan istri tercinta.
&#8220;Di balik seorang tokoh, selalu tersembunyi peran dua perempuan, yaitu ibu dan istri,&#8221; kata Habibie saat mengakhiri sambutan atas [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://wahdahbandung.org/muslimah/coaching-materi-tarifiyah.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Coaching Materi Ta&#8217;rifiyah'>Coaching Materi Ta&#8217;rifiyah</a></li>
<li><a href='http://wahdahbandung.org/muslimah/seminar-muslimah-muslimah-di-ambang-pernikahan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Seminar Muslimah &#8220;Muslimah di Ambang Pernikahan&#8221;'>Seminar Muslimah &#8220;Muslimah di Ambang Pernikahan&#8221;</a></li>
<li><a href='http://wahdahbandung.org/kegiatan/majelis-taklim-nur-madinah-gelar-pengajian-ahir-pekan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Majelis Taklim Nur Madinah Gelar Pengajian Ahir Pekan'>Majelis Taklim Nur Madinah Gelar Pengajian Ahir Pekan</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Depok</strong> &#8211; Prof Dr Ing BJ Habibie sangat menghormati dan mengagumi dua perempuan. Penganugerahan gelar doktor honoris causa (Dr HC) dari UI untuk Habibie juga tak terlepas dari peran dua perempuan itu, yaitu ibunda dan istri tercinta.</p>
<p>&#8220;Di balik seorang tokoh, selalu tersembunyi peran dua perempuan, yaitu ibu dan istri,&#8221; kata Habibie saat mengakhiri sambutan atas penganugerahan gelar Dr HC itu di Balairung, Kampus UI, Depok, Sabtu (30/1/2010). Tepuk tangan membahana saat Habibie menyatakan kalimat yang bermakna sangat dalam itu.</p>
<p>Habibie menerima Dr HC ini ayahanda dan ibudanya. &#8220;Secara pribadi, saya menerima pengharaan ini atas nama ayah saya almarhum Alwi Abdul Djalil Habibie dan almarhumah ibu saya RA. Tuti Marini Puspowardojo yang telah membekali proses pembudayaan sejak kecil dan menanamkan nilai-nilai kejuangan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi,&#8221; kata Habibie.<span id="more-169"></span></p>
<p>Habibie juga memperuntukkan gelar ini kepada keluarga dan istrinya, Ny Hasri Ainun Habiboe. &#8220;Saya juga menerima penghargaan ini atas nama keluarga, anak-anak dan cucu-cucu saya, khususnya istri saya yang terus mendampingi saya dengan tulus dan ikhlas, sehingga saya menjadi hamba Allah seperti sekarang ini,&#8221; ucap Habibie.</p>
<p>Presiden ketiga RI ini juga menyadari penghormatan atas gelar Dr HC ini juga bukan hanya untuk dirinya pribadi. &#8220;Saya menyadari penghormatan ini bukan hanya untuk saya pribadi, tapi untuk anak-anak intelektual saya dan para cendekiawan yang berkhidmat dalam riset, ilmu pengetahuan dan teknologi atas kesungguhan dan dedikasinya,&#8221; tegas dia.</p>
<p>Habibie mendapat gelar Dr HC dalam bidang filsafat teknologi. Penganugerahan ini dilakukan bersamaan dengan upacara wisuda UI 2010. Hadir dalam penganugerahan ini, para guru besar UI dan civitas akademika UI, mantan Menneg BUMN Sofyan Djalil, Prof Dr Emil Salim, dan juga Ny Hasri Ainun Habibie.</p>
<p><strong> (asy/gah)</strong></p>
<p>Sumber : www.detik.com</p>
<div align="left" style="float:left;padding:5px 5px 0px 0px;"><a name="fb_share" type="button_count" share_url="http://wahdahbandung.org/muslimah/habibie-di-balik-tokoh-selalu-tersembunyi-peran-2-perempuan.html"></a></div>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://wahdahbandung.org/muslimah/coaching-materi-tarifiyah.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Coaching Materi Ta&#8217;rifiyah'>Coaching Materi Ta&#8217;rifiyah</a></li>
<li><a href='http://wahdahbandung.org/muslimah/seminar-muslimah-muslimah-di-ambang-pernikahan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Seminar Muslimah &#8220;Muslimah di Ambang Pernikahan&#8221;'>Seminar Muslimah &#8220;Muslimah di Ambang Pernikahan&#8221;</a></li>
<li><a href='http://wahdahbandung.org/kegiatan/majelis-taklim-nur-madinah-gelar-pengajian-ahir-pekan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Majelis Taklim Nur Madinah Gelar Pengajian Ahir Pekan'>Majelis Taklim Nur Madinah Gelar Pengajian Ahir Pekan</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wahdahbandung.org/muslimah/habibie-di-balik-tokoh-selalu-tersembunyi-peran-2-perempuan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BIJAK ATAU MENYERAH</title>
		<link>http://wahdahbandung.org/muslimah/bijak-atau-menyerah.html</link>
		<comments>http://wahdahbandung.org/muslimah/bijak-atau-menyerah.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 08:37:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lembaga Muslimah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Muslimah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wahdahbandung.org/?p=121</guid>
		<description><![CDATA[Kisah di bawah ini mengingatkanku pada hari-hari pertama aku mengenakan abaya. Sekelompok anak kecil menari-nari di sekelilingku, mengejekku &#8220;ninja kesasar&#8230;ninja kesasar&#8230;&#8221;.
*****
Malam tadi, sesuatu terjadi padaku. Aku pergi bersama suamiku dan sekelompok anak muda yang bagiku tampak seperti anggota gang melecehkan aku. Salah satu dari mereka tiba-tiba saja menghampiriku dan berteriak di telingaku seakan ia hendak [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://wahdahbandung.org/muslimah/seminar-muslimah-muslimah-di-ambang-pernikahan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Seminar Muslimah &#8220;Muslimah di Ambang Pernikahan&#8221;'>Seminar Muslimah &#8220;Muslimah di Ambang Pernikahan&#8221;</a></li>
<li><a href='http://wahdahbandung.org/muslimah/nasihat-bagi-muslimah-cara-memanfaatkan-waktu.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Nasihat Bagi Muslimah! Cara Memanfaatkan Waktu'>Nasihat Bagi Muslimah! Cara Memanfaatkan Waktu</a></li>
<li><a href='http://wahdahbandung.org/muslimah/wanita-keluar-rumah-antara-maslahat-dan-mudharat.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Wanita Keluar Rumah, Antara Maslahat dan Mudharat'>Wanita Keluar Rumah, Antara Maslahat dan Mudharat</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left">Kisah di bawah ini mengingatkanku pada hari-hari pertama aku mengenakan abaya. Sekelompok anak kecil menari-nari di sekelilingku, mengejekku &#8220;ninja kesasar&#8230;ninja kesasar&#8230;&#8221;.<br />
*****<br />
Malam tadi, sesuatu terjadi padaku. Aku pergi bersama suamiku dan sekelompok anak muda yang bagiku tampak seperti anggota gang melecehkan aku. Salah satu dari mereka tiba-tiba saja menghampiriku dan berteriak di telingaku seakan ia hendak menghalau seekor monster. Dalam keadaan biasa, aku tak akan terpengaruh dengan prilaku kekanak-kanakan seperti ini, tetapi kali ini setan menyelinap di hatiku.<span id="more-121"></span></p>
<p>Aku merenungi semua pengalamanku selama beberapa tahun tinggal di negeri ini. Dari sekelompok anak muda yang mencoba menabrakku sampai ejekan ninja yang selalu aku dengar setiap kali aku bepergian ke luar rumah. Kali ini, aku merasa lemah dan letih menjadi &#8220;mahluk asing&#8221;.</p>
<p>Saat bicara tentang kejadian ini bersama suamiku, kami mulai mencari-cari pilihan, seperti merubah warna abayaku dari warna hitam. Kami merasa mungkin itu akan membantu, Tapi setelah benar-benar memikirkannya, aku ragu itu akan membantu. Ketika aku hampir saja ditabrak, aku justru hanya mengenakan kerudung, celana jins dan baju berlengan panjang. Itu di hari-hari pertamaku sebagai muslim, ketika aku belum tahu bahwa yang aku kenakan bukanlah hijab yang sesungguhnya. Bukan pakaiannya yang jadi masalah, apalagi warnanya. Yang jadi masalah bagi mereka adalah karena penampilanku berbeda, dan aku Muslim.</p>
<p>Kenyataannya masyarakat sekitarku yang sangat mengagungkan indivdualitas adalah masyarakat yang paling represif yang ada di muka bumi ini. Individualitas dianggap baik dan benar sepanjang individualitas itu siring sejalan dengan apa yang dilakukan oleh individu-individu lain dalam mengekspresikan individualitas mereka. Jika semua anak muda di sekitarmu mengungkapkan pemberontakan mereka dengan menyalahgunakan obat-obatan, melakukan seks bebas, yang laki-laki memanjangkan rambut dan yang perempuan memangkasnya pendek-pendek, memakai tato, maka aksi individualistis yang dapat diterima adalah dengan melakukan hal yang sama. Tetapi jika mereka melakukan apa yang aku sebutkan tadi, maka memakai hijab karena ketaatan pada Allah dianggap menyimpang dan tidak dapat diterima.</p>
<p>Allah sudah mengingatkan kita bahwa non-muslim tidak akan menerima kita hingga kita menanggalkan Islam. Kita harus sama dengan mereka agar mereka mau menerima kita. Barulah mereka senang.</p>
<p>Allah berfirman :<br />
&#8220;Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah, &#8220;Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya).&#8221; Dan jika engkau mengikuti kemauan mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai kepadamu, tidak akan ada bagimu pelindung dan penolong dari Allah.&#8221; (2:120)</p>
<p>Pada mulanya aku mengira ada baiknya aku melunakkan penampilanku. Tetapi aku sadar bahwa kita terlalu sering menggunakan kata &#8220;bijak&#8221; untuk membenarkan kelemahan kita dalam beragama. Tetapi ketika kita melakukannya kita akan kehilangan keindahan sejati Islam. Kika kehilangan manisnya keyakinan. Menjadi bijak tidak berarti kita harus mengesampingkan keyakinan kita terhadap Allah hanya untuk menyenangkan orang-orang di sekitar kita.</p>
<p>Ibrahim abu Khalid menuliskan :<br />
&#8220;Kata &#8216;bijak&#8217; telah terlalu lama disalahartikan. Kata ini dimaksud untuk menggambarkan pendekatan terbaik kepada orang lain, bertindak dengan cara yang paling layak dengan mempertimbangkan keadaan. Kata ini tidak pernah dimaksud untuk memberikan gambaran yang keliru tentang Islam demi kesenangan personal atau komunitas. Ketika orang-orang Muslim bersedia berkompromi di berbagai sendi kehidupannya, kita akan kehilangan keberpihakan Allah, mengakui kelemahan kita kepada musuh dan kehilangan harga diri kita dalam pandangan Sang Pencipta.&#8221; [majalah Nida'ul Islam (http://www.islam.org.au), Agustus-September 1995]</p>
<p>Tadi malam, saat mengingat kembali kejadian hari ini, dan betapa lemahnya reaksiku akan kejadian itu, aku merasa amat malu. Apakah aku lebih baik dari Rasulullah SAW dan para sahabat beliau? Tentu saja tidak! Dan ketika aku mengingat apa-apa yang harus mereka tanggung, aku merasa malu akan ketidaksabaranku menghadapi kejadian yang amat sepele seperti hari ini. Para sahabat Rasulullah menanggung siksa, hinaan, kelaparan, dan bahkan kematian. Yang terjadi padaku hanyalah seorang pemuda tanggung berteriak di telingaku. Di mana kesabaran yang selama ini aku dengungkan, kebanggaan akan agamaku, sikap mukhalifa-ku? Jika ini adalah ujian bagiku, maka aku telah gagal total.</p>
<p><strong>Semoga Allah mengampuni aku!</strong></p>
<p>Sekarang apa artinya ini bagiku sebagai seorang Muslim? Aku rasa ini adalah pelajaran bagiku. Aku merasa bahwa aku harus belajar betapa mudahnya setan membuka pintu di dalam hati kita untuk membuat kita bersedia berkompromi dengan lingkungan kita. Berbagai tawarkan menggiurkan diberikan kepada Rasulullah. Beliau ditawarkan untuk memimpin kota Makkah, tetapi beliau menolaknya mentah-mentah. Beliau tidak mau tawar menawar sedikitpun aqidah Islam dengan orang-orang ini, maka tidak juga kita.</p>
<p>Aku tahu bahwa mengenakan warna hitam adalah sunnah. Tak ada dosa bagiku jika aku memilih warna biru atau hijau atau putih. Aku tahu bahwa mungkin akan lebih memudahkan bagiku jika aku memilih warna lain. Tetapi bisakah aku menghormati diriku sendiri seperti sedia kala jika aku membiarkan ejekan kaum kafir menakuti aku sehingga aku harus menanggalkan keyakinan akan agamaku (entah itu fardu atau sunnah)? Di hari perhitungan kelak, bisakah aku dengan jujur mengatakan kepada Allah bahwa aku siap mengorbankan bahkan nyawaku untuk membela keyakinanku terhadapNYA jika aku bahkan tidak mau berjuang menghadapi kerikil-kerikil kecil untuk membela agamaku?</p>
<p>Pertama kali aku memeluk Islam, ide &#8220;penyesuaian diri&#8221; dijejalkan ke dalam pikiranku. Aku disarankan untuk memodifikasi hijabku sedemikian rupa agar lebih &#8220;menyatu&#8221;. &#8220;Gunakan corak yang sedang &#8220;in&#8221;. Buatlah modifikasi agar pakaian yang kau kenakan tidak meninggalkan kesan Islami.&#8221; Begitu kata mereka. Aku lakukan apa yang mereka sarankan. Aku mempertaruhkan agamaku dengan cara tampil lebih seperti non-muslim agar mereka tidak mengintimidasiku.</p>
<p>Hasilnya ? Ketika beberapa teroris mengatasnamakan Islam membajak sebuah pesawat dan membunuh pilotnya, sekelompok anak muda memutuskan bahwa bayaran yang setimpal adalah membunuhku hanya karena aku Muslim sama seperti si teroris. Mereka menginjak pedal gas kuat-kuat, mengarahkan mobil kepadaku. Hanya karena perlindungan Allah aku selamat dari percobaan pembunuhan itu. Secara refleks aku melompat menghindar sementara mobil mereka membentur tiang tepat di belakang tempatku berdiri.</p>
<p>Saat itulah aku sadar bahwa &#8220;penyesuaian diri&#8221; sama sekali tidak ada manfaatnya. Tak perduli apa pun yang aku lakukan. Aku tetap mahluk asing, dan aku merupakan tamparan bagi semua nilai-nilai moral dan budaya mereka, jadi mereka tidak akan pernah bisa menerimaku. Lalu mengapa aku harus mempertaruhkan peluangku di surgaNYA hanya untuk membuat mereka merasa kurang terintimidasi olehku?</p>
<p>Selama beberapa tahun, aku membaca hadith-hadith seperti :<br />
Dikisahkan oleh Jabir bin Abdullah : Rasulullah SAW berkata, &#8220;Saya dikaruniai lima hal yang belum pernah dikaruniakan kepada siapapun sebelum saya. 1. Allah memenangkan saya secara telak, (dengan DIA menakut-nakuti musuh saya) dalam jarak perjalanan satu bulan&#8230;.&#8221; Sahih Bukhari : vol. 1, Buku 7, no. 331).</p>
<p>Lama aku pikirkan makna dari hadith ini. Apa bagusnya takut? Apakah kita ingin orang-orang non-muslim takut pada kita? Ketakutankah yang membuat mereka menyakiti kita di tempat-tempat seperti Bosnia dan Kosovo? Ketakutankah yang membuat mereka melecehkan kita? Mungkin. Tetapi ketakutan jualah yang membuat mereka menghormati kita ketika kita berpegang teguh pada agama kita, ketika kita tidak sudi ditawar.</p>
<p>Ketika agama kita kuat, kita pernah memimpin dunia. Kita berpegang teguh pada agama kita dan kita memiliki kekuatan karena Allah berada di sisi kita.</p>
<p>Ketika kita mulai menawar, kita kehilangan daya. Kemudian kita tertinggal hanya dengan ketakutan terhadap sekelompok orang yang lebih kuat dari kita. Kita justru kehilangan ketakutan kelompok tersebut terhadap kita, perlindungan Allah, karena kita mau ditawar.</p>
<p>Ibn Khaldun berkata, &#8220;Aku tahu Al Andalu akan jatuh ketika aku menyaksikan mereka menyerupai kaum kafir&#8221;. Mereka bangsa yang kuat, tetapi mereka mengorbankan kesenangan Allah terhadap mereka dan menukarnya dengan kesenangan kaum kafir terhadap mereka, dan kaum kafir menghadiahi mereka dengan tumpahan darah kaum Muslim yang mengalir di jalan-jalan bagaikan sungai. Penduduk Bosnia dan Kosovo mencoba &#8220;menyatu&#8221; dengan kaum kafir, kini harga yang harus mereka bayar dengan menjadi tetangga yang baik bagi kaum kafir adalah kehilangan rumah-rumah mereka. Allah juga memperingatkan kita apa yang akan terjadi ketika kita mulai berhenti melaksanakan ajaran agama kita, ketika kita menukar kehidupan di akhirat dengan kehidupan di dunia :</p>
<p>&#8220;Berbagai bangsa saling memanggil sebagaimana engkau mengundang tamu untuk makan bersama di satu piring&#8221;, mereka berkata,&#8221;Apakah jumlah kita akan sedikit di hari itu ya Rasulullah?&#8221; Beliau berkata,&#8221;Tidak. Jumlah kalian justru akan sangat banyak, bagaikan buih air laut. Dan Allah akan mengangkat rasa takut di hati mereka dan menempatkan di hati kalian al-wahn&#8221;. Mereka berkata,&#8221;Apa itu al-wahn, Ya Rasulullah?&#8221; Beliau berkata,&#8221;Kecintaan akan dunia dan kebencian akan kematian,&#8221; (Sahih : dinukil dari ceramah Sheikh Al-Albaani : www.ucl.ac.uk/~uczxisl/jihad.htm).</p>
<p>Aku tahu merubah warna hanyalah hal sepele. Mudah sekali bagiku merubah warna pakaianku dari hitam menjadi warna lain, tetapi Inshaa Allah, aku tak akan membiarkan mereka puas dengan cara itu.</p>
<p>Kapan tawaran-tawaran akan berhenti diajukan? Kapan kecintaan pada Allah melampaui kecintaan pada dunia menggerakkan kita untuk bertindak? Kapan aku berhenti bersikap pengecut dan mulai melawan? Kapan aku akan berkata,&#8221;Cukup sudah! Jalan yang aku pilih adalah jalan yang benar; ini jalan Allah dan apa yang kalian lakukan adalah salah.&#8221;?</p>
<p>Kapan aku akan menjadi penyeru kepada Islam -secara utuh- tanpa kompromi, tanpa pemanis, tanpa ragu? Kapan aku akan menerima bahwa apa yang diperintah Allah -entah itu fardu atau sunnah- adalah yang terbaik dan menawarnya berarti menyinggungku? Kapan aku akan berdiri tegak di hadapan iblis dan berkata, &#8220;CUKUP!&#8221;?</p>
<p>Ini medan tempurku. Kecil memang, aku akui. Tapi di sinilah aku menarik garis tegas. Aku tidak akan menawar apa yang aku tahu adalah yang terbaik hanya untuk menyenangkan mereka yang aku tahu keliru.</p>
<p>Ya Allah kumohon terimalah amalan kecil dariku ini demi ridhaMU dan berikan kami kekuatan untuk berkata CUKUP. Amiin.</p>
<p><em>Diterjemahkan (oleh sahabatku tercinta, buni) dari catatan seorang mu&#8217;alaf, Shariffa Carlo Al Andalusia.</em></p>
<p><em>(Ummu Wafa)<br />
</em></p>
<div align="left" style="float:left;padding:5px 5px 0px 0px;"><a name="fb_share" type="button_count" share_url="http://wahdahbandung.org/muslimah/bijak-atau-menyerah.html"></a></div>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://wahdahbandung.org/muslimah/seminar-muslimah-muslimah-di-ambang-pernikahan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Seminar Muslimah &#8220;Muslimah di Ambang Pernikahan&#8221;'>Seminar Muslimah &#8220;Muslimah di Ambang Pernikahan&#8221;</a></li>
<li><a href='http://wahdahbandung.org/muslimah/nasihat-bagi-muslimah-cara-memanfaatkan-waktu.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Nasihat Bagi Muslimah! Cara Memanfaatkan Waktu'>Nasihat Bagi Muslimah! Cara Memanfaatkan Waktu</a></li>
<li><a href='http://wahdahbandung.org/muslimah/wanita-keluar-rumah-antara-maslahat-dan-mudharat.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Wanita Keluar Rumah, Antara Maslahat dan Mudharat'>Wanita Keluar Rumah, Antara Maslahat dan Mudharat</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wahdahbandung.org/muslimah/bijak-atau-menyerah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
